Raka mengangguk tanpa menyangkal. Brielle memejamkan mata. Wajahnya pucat pasi. Terlalu banyak hal yang kini bercampur aduk di benaknya.Akhirnya, dia membuka mata dan menatap kedua mata pria yang dalam itu, lalu bertanya lagi, "Laboratorium di Negara Danmark itu ... sebenarnya kamu bangun untuk siapa? Untuk penyakit ibumu atau ... untuk penelitian ayahku?"Sorot mata Raka memperlihatkan kilatan emosi yang rumit, seolah dia sudah menduga pertanyaan itu akan muncul.Raka berjongkok di hadapan Brielle. Dalam posisi itu, dia menatap Brielle dari bawah. Brielle duduk di kursi, menatapnya lekat-lekat, ingin mendengar jawaban yang paling jujur.Dengan suara rendah, Raka akhirnya berkata, "Awalnya aku hanya punya keinginan untuk membangun laboratorium. Aku sempat membicarakannya dengan ayahmu dan minta pendapatnya.""Saat itu ayahku baru saja meninggal. Tiga hari setelah aku menanyakan hal itu kepadanya, aku mengalami kecelakaan dan koma."Apa yang terjadi setelah Raka koma, Brielle jauh lebi
Read More