Sisi sebenarnya tidak membutuhkan ucapan terima kasih darinya. Dia hanya ingin ponselnya kembali dengan selamat. Bagaimanapun, itu adalah ponsel baru yang baru saja dibelinya dan sangat dia sayangi."Kak Devina, kalau begitu aku pergi dulu ya!"Sisi segera kabur.Dari nada pertengkaran yang baru saja didengarnya, dia bisa merasakan bahwa hubungan Freyna dan Devina benar-benar sudah hancur.Begitu Sisi pergi, tubuh Devina sedikit limbung. Dadanya bergerak naik turun dengan hebat. Di kepalanya terus bergema kalimat yang sama, "Tanpa Raka, kamu bukan siapa-siapa."Selama ini dia tidak pernah mau mengakuinya. Namun, kata-kata Freyna memang adalah kenyataan. Orang yang bermain piano lebih baik darinya sangat banyak. Namun, yang bisa setenar dirinya hanya segelintir orang.Segala hal yang pernah dimilikinya, ketenaran, status, dan pujian dari banyak orang, semuanya tidak lepas dari pengaruh Raka.Saat Freyna mencarikan sumber daya, kontrak iklan, dan berbagai peluang kerja untuknya, nama Rak
Read more