“Rain, maaf aku telepon kamu. Ganggu nggak?” tanya Rangga di perjalanan siang itu. Nada suaranya terdengar tertahan, ada kegusaran yang tak sepenuhnya bisa ia sembunyikan—terlebih setelah tahu istrinya justru berada di sisi yang berseberangan dalam kasus ini. “Nggak ganggu kok. Santai,” jawab Rain tenang, seolah sudah membaca arah pembicaraan sejak awal. “Soal Della, kan?” ucapnya kemudian, langsung menembus inti masalah. “Jadi… kamu udah ketemu dia, atau…?” ucap Rangga ragu di seberang telepon. Ada jeda singkat sebelum kalimat itu keluar, seolah ia sendiri belum siap mendengar jawabannya. “Iya,” jawab Rain tenang. Lalu suaranya merendah, mengeras di ujung kalimat. “Terus terang, saya marah sama Della.” Rain tersenyum sinis sambil menatap jalan di depannya, bayangan pertemuan pagi itu kembali berkelebat di kepalanya—cara bicara Della, tatapan percaya dirinya, dan niat yang menurutnya sudah kelewat batas. “Maaf, saya harus bilang ini ke kamu, Rangga. Jujur aja, saya marah sama ist
Last Updated : 2026-01-28 Read more