“Rain gimana? Gendis? Kenapa, sih, mereka jahat banget! Aku nggak habis pikir sama Om Dermawan,” ucap Wanda pada Cipta malam itu di ruang kerja mereka. Suaranya melengking karena amarah, matanya memerah tak percaya bahwa anggota keluarganya sendiri mampu bertindak sekeji itu. “Kamu tenang, Sayang. Aku yakin Rain sama Gendis nggak akan mudah pecah cuma karena video editan kayak gitu. Tim cyber udah aku minta lacak. Sebentar lagi, Om kamu bakalan makin hancur. Dia nggak sadar, lubang jurang buat dia udah semakin dalam,” ucap Cipta dingin. Malam itu, ia memandangi layar laptopnya dengan tatapan tajam, membandingkan video asli dan video hasil editan yang sedang diputar berdampingan. Cahaya dari monitor memantul di wajahnya, memperlihatkan seringai tipis yang mengerikan; sebuah peringatan bahwa sang predator politik telah salah memilih lawan. Cipta tahu, sekali ia menekan tombol kirim, riwayat Dermawan akan tamat seketika. “Secepatnya, Sayang. Aku nggak mau adik aku hancur kariernya.
Last Updated : 2026-02-04 Read more