"Cepat tanda tangan Juriah! aku nggak punya banyak waktu untuk menunggu! lagipula apa lagi yang kau tunggu, hah?! ingat ya, jangan kau berpikir untuk minta tempo lagi, aku nggak akan memberi kau toleransi lagi. Sudah cukup belas kasihan dariku, orang-orang macam kau ini terlalu banyak drama, butuh uang, dikasih pinjam, giliran ditagih janji-janji terus, bikin puding!" omel juragan Sarmo, sudah mulai muak ia dengan sikap Juriah yang terkesan mengulur waktu. "Ayo cepat!" sergah juragan Sarmo. Mendengar suara lantang juragan Sarmo, kian gemetar Juriah, dengan perlahan ia kembali duduk, meletakkan kertas itu di atas meja, satu tangannya memegang pena, meski sungguh tak ingin melakukannya, tapi semua sudah terlambat dan percuma, tak ada lagi jalan keluar, dan semua sudah berakhir sepertinya. "Setelah kau tanda tangan, kau cepat kemasi barang-barang mu dan pergi dari rumah ini, sebab besok aku akan merenovasi rumah ini!" ujar juragan Sarmo santai, ia seolah sungguh tak perduli pada nes
Baca selengkapnya