LOGINAsgar sangat tahu sifat Lintang.Meski sering membangkang dan paling membuat Lintang pusing, tetapi dia adalah kawan yang paling peduli dan paling mengerti perasaan Lintang.Sehingga tanpa berkata apa pun, Asgar langsung melilit tubuh Samhu dan Limo secara bersamaan.Kemudian setelah itu dia pergi menjauh sembari menyembunyikan air matanya.Baik Galuh, pangeran Arundia, mau pun yang lain. Mereka tidak mampu turut campur terhadap perselisihan itu.Semua ikut berlalu mengikuti Asgar, berusaha tetap tegar supaya tidak mengganggu pikiran Lintang.Padahal kesedihan yang paling menyakitkan itu adalah kesedihan yang tidak bersuara, tidak terlihat menunjukan sikap, tetapi rasa sakitnya akan abadi.Sama seperti Asgar, semua orang juga menyalahkan diri sendiri karena ketidak berdayaannya.Sedangkan Dewa Kegelapan tidak mau peduli, dia ikut kepada rombongan Galuh hanya karena tidak ingin mati saja oleh Nawadurja.Setelah kepergian Asgar dan rombongan Galuh, Lintang terlihat merenung menundukan w
“Menyingkir dari sana paman!” teriak Anjeli memperingatkan.Namun sayang, Anjeli terlambat karena kini Nawadurja tengah mencengkram leher Limo dan Samhu.Keduanya meronta, berusaha melepaskan diri agar bisa tetap hidup.Tetapi cengkraman Nawadurja terlampau kuat, membuat Limo dan Samhu terkulai lemas kehilangan tenaga.Tulang-tulang leher mereka sudah mulai bergemertak tertanda Nawadurja akan membunuhnya.Tidak hanya Anjeli dan Jinggo saja yang panik, tetapi Mayang, Dewi Rembulan, Asgar, Garu, Raja Mulu, Raja Kancradaka, Pangeran Arundia, Kala Pati, Putri Shalya, dan Galuh juga sama paniknya.Mereka berusaha menyerang Nawadurja secara bersamaan berharap Limo dan Samhu bisa dilepaskan.Hanya saja percuma, setiap serangan dari mereka berhasil musuh tahan dengan cukup mudah.Bahkan Dewa Kegelapan juga turut membantu, tetapi satu tendangan keras dari Nawadurja membuat tubuhnya terpental.Lintang menggunakan Tirtamarta untuk memotong kedua lengan Nawadurja.Tetapi berhasil ditangkis oleh k
Wush! Trang! Buk! BUMMMMM!Trang! BUMMMM! BUMMMM! BUMMM!Pertarungan para sakti tingkat gama terus berlangsung di ruang semesta, menciptakan berbagai ledakan maha dahsyat yang menggema mengguncang alam raya.Sudah tidak terhitung entah sudah berapa ribu jurus yang telah Lintang keluarkan.Namun Nawadurja tetap kokoh seakan tidak bisa ditumbangkan.Jangankan untuk menumbangkan, untuk mendaratkan serangan saja susahnya setengah mati, bahkan harus menggunakan seluruh kekuatan. Sedangkan lawan mampu menangkisnya dengan mudah.“Hah, hah, hah, hah, hah,” Dewa Kegelapan terengah-engah.Walau sudah mendapatkan pinjaman kekuatan ruh Asta Aji dari Lintang, tetapi Nawadurja yang sudah kembali menunjukan kekuatan sejatinya tetap saja sulit di jangkau.Bahkan membuat Dewa Kegelapan kembali mendapatkan luka.Sedangkan ke 4 monster api miliknya tidak lagi mampu bertarung karena terkena serangan telak dari Nawadurja.“Bangsat! Kita akan mati jika terus seperti ini,” umpat Dewa Kegelapan.Dia sedang b
“Maha Batara Sanghyang Antaga, tidakkah kau peduli terhadap apa yang menjadi warisan leluhurmu?” ucap Lintang serius.Dia mendatangi Dewa Kegelapan karena teringat dengan saran Arga, yakni musuh dari musuhmu adalah kawan.Awalnya Lintang tidak mengerti, tetapi setelah melihat Dewa Kegelapan menghindari Nawadurja, barulah dia paham bahwa yang dimaksud musuh dari musuhmu itu ternyata adalah Dewa Kegelapan, dimana dari tindakannya, Dewa Kegelapan jelas tidak sejalan dengan niat Nawadurja.Memanfaatkan keretakan dari hubungan tersebut, Lintang berusaha membujuk Dewa Kegelapan agar ikut memerangi Nawadurja.Dan setelah mendengar penjelasan panjang dari Lintang, sosok Dewa Kegelapan akhirnya setuju.Dia mau membantu Lintang bertarung menghadapi Nawadurja, namun dengan satu syarat, yakni seandainya mereka menang, Lintang harus membiarkan Dewa Kegelapan hidup.Lintang juga tidak diperbolehkan mencampuri urusan apa pun yang dilakukan oleh Dewa Kegelapan dikemudian hari. Dan syarat itu diajukan
“Baiklah!” angguk Lintang dengan setetes air mata mengalir dari pelupuk matanya.“Sebelumnya maafkan aku kak, aku telah mengambil keputusan yang salah,” ungkap Arga.Akan tetapi Lintang hanya bisa diam, berusaha setenang mungkin agar bisa menyimak apa yang Arga ucapkan.“Tidak lama lagi semesta kita akan hancur kak, tidak akan ada yang tersisa darinya,” kata Arga.“Namun kakak jangan khawatir, aku akan membantumu. Tidak lama lagi apa yang aku lakukan akan selesai. Dengan gabungan kekuatan kita, sepertinya kita akan mampu mencegah kebinasaaan. Akan tetapi sebelum itu, kakak harus berjuang, menyatulah dengan Jagat kak, karena hanya dengan kekuatan Jagatlah Nawadurja akan bisa diserang, bagikan sedikit kekuatan itu kepada ayah dan yang lain agar mereka bisa membantu perjuanganmu,” ungkap Arga membuat Lintang terkejut karena Arga bisa mengetahui kekuatan dari tongkat pusaka miliknya.“Satu lagi kak, musuh dari musuhmu adalah teman,” sambung Arga.“A-apa maksudmu, adik?” teriak Lintang.Na
Selain Dewa Kegelapan dan para monster api, seluruh pasukan Nawadurja berikut ratusan ribu panglima elitnya juga ternyata tengah mengerang kesakitan.Tubuh mereka memancarkan cahaya yang amat kelam yang mengikis kulit, daging, organ, pembuluh darah, tulang, dan apa pun yang ada di dalam sana, termasuk inti energi serta kesaktiannya.Kemudian secara keji, Nawadurja menyerap cahaya tersebut kedalam raganya, menjadikan seluruh unsur kehidupan mereka sebagai kekuatan. Sedangkan nyawa mereka dia jadikan tumbal jurus kehancuran.Perlahan tapi pasti, seiring dengan masuknya unsur kehidupan semua pasukan, sosok Nawadurja juga mulai bertambah besar.Dia menjelma menjadi raksasa asing dengan wujud yang begitu mengerikan.Serupa monster maha besar yang dengan ukuran tubuhnya dia mampu menggenggam 10 alam secara bersamaan.Sementara Madyapada kini sudah tidak lagi ada, alam manusia itu hancur oleh tekanan energi milik Nawadurja.Sedangkan Alam dewa, alam Ibis, Alam Patuah, serta alam-alam lain ya







