“Terimakasih pak pelayan, kalau boleh tahu kalian di sini menjual apa?” tanya Putri Purbararang.“Anda sepertinya bukan orang sini, Nona,” ujar pelayan bisa mengenali suara Putri Purbararang.“Aku memang seorang pendatang, makanya aku bertanya? Jika orang sini mungkin aku tidak akan pernah bertanya,” ketus putri Purbararang.“Ma-maafkan aku nona, sungguh aku tidak bermaksud ...,”“Cukup tuan, sekarang katakan, apa kau ingin menjawab pertanyaanku atau tidak?” tegas putri Purbararang.“Ba-baik nona, kedai kami menjual kudapan umbi bakar dan umbi kukus, silahkan masuk,” pelayan tadi terbata takut akan tekanan aura putri Purbararang.“Nah, seperti itu kan enak, baiklah! Bawakan aku kudapan umbi bakar ke meja yang ada di pojok sana,” ujar sang putri sembari menunjuk ke arah meja dekat jendela.“Ba-baik nona, segera,” angguk pelayan sebelum kemudian berlari untuk menyiapkan hidangan, sementara putri Purbararang berjalan menuju mejanya.Di sana terdapat banyak pengunjung, mulai dari saudagar
Last Updated : 2025-10-30 Read more