Rumah itu masih berdiri seperti yang Aria ingat.Lampu-lampu halaman menyala rapi dan jendela-jendela besar memantulkan cahaya hangat dari dalam. Dari luar, segalanya tampak tenang.Aria berdiri di depan pintu beberapa detik lebih lama dari perlu.Di dalam, makan malam berlangsung dalam keheningan yang canggung.Piring-piring tersaji rapi di meja panjang, uap makanan masih mengepul tipis. Biasanya, suara sendok dan percakapan ringan akan mengisi ruang makan itu. Candaan kecil, komentar soal hari yang melelahkan, atau teguran Abram yang singkat tapi hangat.Malam ini, tidak ada apa pun.Abram duduk di ujung meja, punggungnya tegak, tatapannya tertuju ke piring tanpa benar-benar melihatnya. Gustav duduk diseberang kursinya, rahangnya mengeras, nyaris tidak menyentuh makanannya. Isla menunduk, memotong makanan perlahan, seolah gerakan itu satu-satunya cara menjaga dirinya tetap tenang.Ava duduk di tempatnya, kedua tangannya bertumpu di pangkuan. Punggungnya lurus, tapi bahunya tegang. S
Last Updated : 2026-01-16 Read more