Ketika suasana mulai melunak dan percakapan mengalir lebih santai, permintaan itu muncul tiba-tiba,“Aku boleh menginap di sini?” tanya Ava, suaranya terdengar ringan, nyaris manja. “Rumah kalian indah sekali! Jauh berbeda dengan rumah keluarga kakek. Aku ingin merasakannya … walau sebentar. Ini seperti berlibur di hotel berbintang. Bahkan jauh lebih keren!”Aria menoleh. Ia menangkap sorot mata Ava yang penuh harap—tatapan yang begitu ia kenal. Selama tiga tahun terakhir, mereka bukan hanya sepupu. Mereka saling berbagi ruang, waktu, dan gossip yang sama. Menolak terasa mustahil.“Kau mau menginap?” Aria mengulang pelan, lalu tersenyum kecil. “Tentu saja boleh.”Senyum Ava merekah cepat, hampir terlalu cepat. “Terima kasih, Aria.”“Bagaimana denganmu, Bi?”Isla segera menimpali dengan nada tenang dan terukur. “Aku akan tinggal di rumah keluarga kakek kalian saja. Aku hanya menemani Ava berlibur di sini, dan aku tidak perlu menemaninya tidur juga, kan?”Aria mengangguk, sama sekali ti
Terakhir Diperbarui : 2025-12-16 Baca selengkapnya