Sheilla perlahan menarik tubuh Leonardi agar menjauh dari monitor tersebut. "Biarkan dia dengan pilihannya. Biarkan dia tenggelam dalam pelukan Julian sampai dia menyadari bahwa dia hanyalah mainan sementara. Saat ini, fokusmu adalah menghancurkan mereka kembali. Bukan dengan cara mendatangi mereka seperti orang gila, tapi dengan cara yang jauh lebih elegan: hapus dia dari pikiranmu, dan rebut kembali semua yang telah mereka ambil." Leonardi memejamkan mata erat-erat. Air mata yang sempat menggenang kini mengering, digantikan oleh kedinginan yang luar biasa. Ia merasakan jarum suntik Sheilla menembus kulit lengannya, memberikan dosis penenang yang dicampur dengan zat pemutus empati. Kali ini, Leonardi tidak melawan. Ia membiarkan racun itu mengalir, membiarkan Sheilla mematikan bagian dari dirinya yang masih mencintai Aruna. "Bagus, Leon. Tidurlah," bisik Sheilla sambil menuntunnya menuju sofa panjang. "Besok pagi, saat kau bangun, kau tidak akan lagi merasakan rindu. Yang tersisa ha
Huling Na-update : 2025-10-17 Magbasa pa