Masuk“Saat kau melangkah masuk ke kamar itu, kau bukan lagi milikmu sendiri. Kau miliknya—sepenuhnya.” Aruna pikir pekerjaannya hanya menyiapkan laporan dan kopi untuk bosnya, Leonardi. Tapi semua berubah ketika ia menemukan kamar rahasia yang penuh misteri dan hasrat terlarang. Sejak saat itu, Aruna terseret ke dalam dunia gelap sang miliarder dingin—tempat ketakutan, trauma, dan godaan bercampur menjadi candu. Semakin ia berusaha lari, semakin erat Leonardi menggenggam hatinya. Apakah Aruna mampu melepaskan diri… atau justru akan memilih terikat selamanya?
Lihat lebih banyakAngin laut menampar wajah mereka, dingin tapi nyata. Tidak ada kiasan romantis, tidak ada penebusan instan. Hanya kenyataan: mereka selamat, tapi harga yang dibayar sangat tinggi. Julian mati, Sheilla masih hidup, dan The Nest mulai runtuh secara perlahan.Aruna menatap Leonardi, matanya datar tapi tajam. “Kita lanjutkan ini sampai selesai. Tidak ada yang tersisa untuk mereka, tidak ada kompromi.”Leonardi menoleh padanya. “Setuju. Tapi kita lakukan ini dengan rencana. Kita tidak bisa gegabah.”Aruna mengangguk lagi. Tubuhnya lelah, tapi pikirannya siap. Mereka tidak lagi menjadi pion. Mereka adalah ancaman.Di kejauhan, pulau The Nest mulai membakar puing-puingnya sendiri akibat ledakan terakhir Julian dan sabotase sistem. Asap hitam dan api menyelimuti fasilitas itu. Mereka selamat, tapi bukan tanpa kerugian. Ini adalah kemenangan yang pahit. Kehilangan Julian, trauma yang menempel, tapi dengan satu hal yang jelas: mereka masih hidup, dan Sheilla akan membayar.Dan untuk pertama kal
“Aku tidak pernah tahu cara mencintai tanpa mengurung,” ucapnya pelan, seolah Aruna bisa mendengar. “Aku kira dengan menahanmu di sini, aku bisa membuat dunia berhenti melukaimu.”Napasnya tersendat. Dadanya terasa sesak, tapi tidak menyakitkan. Lebih seperti kelelahan yang akhirnya mencapai batas.“Aku salah.”Panel di depannya menunjukkan hitungan mundur penghancuran total. Dua menit tersisa.Julian membuka mata untuk terakhir kalinya. Ia menatap ruang kendali yang selama bertahun-tahun menjadi pusat kekuasaannya, ruang di mana ia membuat keputusan yang menghancurkan hidup banyak orang, termasuk dirinya sendiri.Untuk pertama kalinya, ia tidak mencoba menyelamatkan apa pun.Ia membiarkan sistem berjalan sesuai rancangan.“Untuk pertama kalinya dalam hidupku,” gumamnya lirih, “aku tidak mengurung apa pun.”Lampu padam satu per satu. Alarm berhenti. Keheningan menyelimuti ruang pusat sepenuhnya.Beberapa detik kemudian, ledakan dari sektor luar mengguncang struktur The Nest. Ruang ken
Leonardi menatap Julian dengan muak. Baginya, Julian adalah pria yang telah mencuri Aruna dan menyiksanya. Namun, ia juga melihat nilai strategis dari informasi tersebut. Selain itu, ia melihat bagaimana Aruna menatap Julian, bukan dengan cinta, melainkan dengan rasa kemanusiaan yang tersisa."Kita tidak punya banyak waktu. Pasukan keamanan Sheilla akan segera mengepung sektor ini," kata Leonardi. Ia memandang Julian yang tampak pasrah pada kematian. "Jika dia ingin hidup, dia harus merangkak sendiri."Tiba-tiba, suara Sheilla menggema melalui pengeras suara laboratorium. "Kalian pikir kalian sudah menang? Aku telah mengaktifkan protokol pembersihan diri. Dalam sepuluh menit, seluruh Sektor Pusat akan diisi dengan gas saraf. Nikmatilah saat-saat terakhir kalian bersama."Leonardi mengumpat. Ia tahu Sheilla tidak main-main. Ia segera menggendong Aruna dengan satu lengan dan menyampirkan senjatanya di lengan lain. "Kita pergi sekarang!"Aruna menatap Julian untuk terakhir kalinya saat L
Namun Julian terus memaksakan dirinya. Ia lebih baik mati dan menghancurkan seluruh laboratorium ini daripada melihat kakaknya menyakiti Aruna lagi. Di tengah kepulan asap dan suara alarm yang memekakkan telinga, Aruna merasakan sinyal Leonardi kini sudah berada tepat di bawah struktur bangunan laboratorium.Leonardi sudah di sini.Aruna menatap Sheilla yang mulai panik. "Ini sudah berakhir, Sheilla. Kau meremehkan apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang telah kau rampas kemanusiaannya."Tiba-tiba, seluruh lampu di laboratorium mati total. Keheningan sesaat yang mencekam terjadi sebelum suara ledakan besar terdengar dari pintu akses darurat. Di tengah kegelapan, Aruna tahu bahwa sang predator yang sesungguhnya telah kembali untuk menuntut balas.Pintu laboratorium terlempar dari engselnya. Di tengah asap dan cahaya merah lampu darurat, sesosok pria berdiri dengan senjata laras panjang. Namun, sebelum Leonardi bisa melangkah masuk, Julian memberikan satu kejutan terakhir; ia mem






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak