Ujung jarum perak yang dingin menusuk lembut permukaan kulit bahu Aruna, namun rasa perih itu tidak ada apa-apanya dibandingkan sensasi mencekam dari suara detak jantung yang berdentum dari balik dinding kayu di punggungnya, sebuah ritme yang tidak sinkron, liar, dan mematikan.Pagi itu, kamar Aruna berubah menjadi panggung sandiwara yang menyesakkan. Pintu kamar dibuka lebar bukan untuk memberikan kebebasan, melainkan untuk memasukkan tim desainer pilihan Julian Vane. Lima orang asing berpakaian serba hitam bergerak dengan efisiensi mesin, membawa manekin, gulungan kain sutra, dan kotak jarum. Di tengah ruangan, Aruna berdiri di atas podium kecil berbahan beludru, mengenakan draf akhir gaun pertunangannya yang berwarna merah darah.Aroma uap dari setrika portabel memenuhi udara, bercampur dengan bau parfum kimia dari kain-kain mahal. Namun, bagi Aruna, bau yang paling menyengat adalah bau karat dan keringat dingin yang merembes melalui celah panel kayu di belakang lemari mahoni besar.
Huling Na-update : 2025-11-10 Magbasa pa