Lampu gantung kristal di ruang kerja Julian bergoyang pelan, mengirimkan bayangan tajam yang berdansa di atas meja marmer hitam. Julian Vane berdiri mematung di ambang jendela besar, membelakangi ruangan. Di bawah sana, dalam guyuran hujan yang meredam suara kota Viance, sebuah mobil SUV hitam dengan kaca gelap terparkir dalam diam. Mesinnya menyala, mengeluarkan uap tipis dari knalpot yang tertelan kegelapan.Di sudut ruangan, Yudha bersimpuh. Keringat dingin mengalir dari pelipisnya, melewati garis rahang yang kaku, dan jatuh membasahi karpet wol mahal. Suara napasnya yang pendek dan tersengal adalah satu-satunya bunyi yang merusak keheningan ruangan itu, selain detak jarum jam dinding yang terasa seperti hitungan mundur eksekusi.Julian berbalik perlahan. Ia tidak menatap Yudha, melainkan melirik ke arah Aruna yang duduk di sofa beludru, hanya dua meter dari tempat ayahnya bersujud."Kau tahu, Aruna," suara Julian rendah, bergetar dengan otoritas yang mematikan. "Dalam bisnis perkap
Terakhir Diperbarui : 2025-11-15 Baca selengkapnya