Asap putih keabu-abuan mulai merayap keluar dari kisi-kisi ventilasi, menyelimuti lantai marmer aula Grand Viance seperti kabut musim dingin yang mematikan. Bau kabel terbakar dan sulfur menusuk hidung, menciptakan sensasi perih yang instan di tenggorokan. Alarm kebakaran melolong di atas kepala, suaranya memantul di antara pilar-pilar besar, menghancurkan martabat pesta yang sedang dipersiapkan.Aruna terbatuk pelan, bukan karena asap, melainkan karena rasa sesak yang menghimpit ulu hatinya. Di bawah cengkeraman tangan Julian yang sekeras baja, pergelangan tangan kanannya terasa seperti sedang dipanggang hidup-hidup. Mikrokapsul itu telah mencapai batas suhu maksimal; proses penyalinan data biometrik Marko telah selesai, dan kini alat itu hanyalah sepotong logam panas yang mengancam akan membakar dagingnya hingga ke tulang.Sedikit lagi. Jangan tarik tanganmu sebelum kau melepaskannya, batin Aruna. Suara hatinya tajam, memotong rasa sakit yang mulai mengaburkan kewarasannya.Julian ti
Terakhir Diperbarui : 2025-11-19 Baca selengkapnya