"Kau pikir dengan menghancurkan dataku, kau bisa membawanya pergi?" Julian tertawa kecil, suara yang terdengar hampa dan mengerikan. "Kau hanya memberiku alasan untuk membakar segala hal yang tersisa, termasuk dirinya, agar tidak ada orang lain yang bisa memilikinya."Leonardi akhirnya membuka suara. Suaranya berat dan serak, sisa dari penderitaan yang ia lalui di ruang teknis tadi. "Kau sudah kalah sejak kau mulai memasang pelacak di lehernya, Julian. Kau tidak pernah memilikinya. Kau hanya memenjarakan bayangannya."Kata-kata itu memicu ledakan amarah di mata Julian. Tepat saat Julian hendak memberikan perintah penyerangan, suara alarm kembali meraung dari lantai atas, diikuti oleh suara runtuhan beton yang lebih besar. Bagian dari pondasi hotel mulai menyerah pada api yang berkobar di lantai atas. Debu jatuh dari plafon basemen, menutupi pandangan mereka sejenak.Aruna melihat celah itu. Ia berlari menuju Leonardi di tengah kabut debu yang pekat. Julian berteriak memanggil namany
최신 업데이트 : 2026-01-02 더 보기