Lampu-lampu kristal Grand Viance menyala serentak, memancarkan cahaya putih yang begitu tajam hingga memedihkan mata. Aula utama yang luas itu kini telah berubah menjadi lautan manusia yang berpakaian formal, jas hitam yang kaku dan gaun sutra yang berkilauan di bawah sorotan lampu. Udara di dalam ruangan terasa berat, dipenuhi campuran ratusan aroma parfum mahal yang saling bertabrakan, menciptakan atmosfer yang menyesakkan napas.Di puncak tangga marmer yang melengkung, Aruna berdiri membeku. Tanpa logam Safir di lehernya, ia merasa telanjang. Tidak ada lagi dengung pelacak yang mengingatkannya akan bahaya, tidak ada lagi sensor yang mengirimkan data biometriknya ke perangkat Julian. Namun, kebebasan ini datang dengan harga yang jauh lebih mahal.Sekarang, wajahku adalah sensornya. Napasku adalah radarnya. Jangan biarkan otot matamu berkedut sedikit pun, batin Aruna. Suara hatinya tajam, memerintahkan setiap saraf di wajahnya untuk membentuk topeng ketenangan yang absolut.Aruna tahu
Last Updated : 2025-11-23 Read more