Lantai ruang bawah tanah Obsidian Manor tidak hanya terasa dingin, tetapi juga membawa aroma lembap yang menyesakkan. Suasana sunyi itu dipecahkan oleh suara langkah kaki Aruna yang ragu, mengikuti Leonardi yang berjalan dengan tegak dan penuh otoritas. Di ujung lorong, sebuah pintu baja berat terbuka, memperlihatkan sebuah ruangan kedap suara dengan penerangan yang sangat minim."Kau yakin ingin melakukan ini sendiri, Aruna?" tanya Leonardi tanpa menoleh. Suaranya rendah, bergema di antara dinding beton yang abu-abu.Aruna menarik napas panjang, mencoba mengisi paru-parunya yang terasa menyempit oleh ketegangan. "Aku harus melihat matanya. Aku ingin tahu apa yang tersisa dari manusia di dalam dirinya setelah semua yang dia lakukan padaku."Di tengah ruangan itu, Yudha terduduk lemas di sebuah kursi kayu. Tangannya terikat kuat ke belakang, namun postur tubuhnya tidak menunjukkan kehancuran total. Begitu pintu terbuka dan cahaya lampu menyambar wajahnya, Yudha mendongak. Matanya yang c
Last Updated : 2025-07-20 Read more