Aruna merasa hatinya hancur berkeping-keping. Ia melihat Leonardi seolah-olah sudah melepaskannya sepenuhnya. Namun, di tengah keputusasaan itu, Aruna melihat ayahnya, Yudha, keluar dari sebuah ruangan pribadi di lantai atas bersama seorang pria asing yang membawa sebuah koper hitam. Yudha tampak sangat gugup dan terus melihat ke arah jam tangannya.Aruna tahu, inilah saatnya. Ia harus melepaskan diri dari Julian Vane apapun risikonya. Namun, tepat saat ia mencoba menarik tangannya dari lengan Julian, Leonardi tiba-tiba berjalan mendekat ke arah mereka. Langkah Leonardi tampak tidak stabil, matanya merah karena amarah dan efek samping obat yang mulai memuncak.Leonardi berdiri tepat di hadapan Julian dan Aruna. Ia tidak menatap Julian, melainkan menatap Aruna dengan pandangan yang sangat dingin, seolah-olah ia sedang menatap musuh yang paling ia benci di dunia ini."Gaun yang bagus, Aruna. Sangat cocok dengan karaktermu yang sebenarnya," desis Leonardi dengan suara yang sangat rendah h
Terakhir Diperbarui : 2025-09-21 Baca selengkapnya