"Kau tahu apa yang mereka bicarakan di pantry, Aruna? Mereka bilang ijazah cum laude-mu itu hanya hiasan dinding, karena di kantor ini, kau punya cara yang lebih 'praktis' untuk mendapatkan promosi kenaikan jabatan."Langkah Aruna terhenti di koridor lantai 50. Suara itu bukan datang dari seorang teman, karena Aruna memang tidak pernah membiarkan siapa pun cukup dekat untuk menjadi temannya di kantor ini. Itu suara yang keluar dari sekumpulan staf divisi pemasaran yang sedang berkumpul. Begitu Aruna melintas, suasana di kantin karyawan Wiratama Group mendadak sunyi, menciptakan keheningan yang mencekam. Namun, begitu ia memunggungi mereka, suara bisik-bisik yang tajam kembali merayap seperti ular di antara meja-meja."Lihat itu, si 'Asisten Kesayangan'. Sudah kuduga, wajah polos dan sikap dinginnya itu cuma strategi untuk menarik perhatian Tuan Wiratama," bisik seorang staf dengan nada yang sengaja dikeraskan, cukup tajam untuk menembus punggung Aruna."Tentu saja. Mana ada karyawan ba
Last Updated : 2025-07-18 Read more