Bab 97: Penelepon tak dikenal. wajah Nadya terasa panas seperti tersulut api. Di layar ponsel Bu Retno, ia melihat dirinya sendiri yang terkulai lemas, sementara Pak Hardi, sosok yang selama ini dikenal sebagai pria berwibawa dan sedikit cuek tampak begitu panik. Dalam video amatir yang diambil Bu Pipit itu, Pak Hardi dengan tangkas mengangkatnya dengan gerakan bridal style yang sangat protektif, lalu setengah berlari menuju mobil. “Aduh, Bu Retno... hapus saja videonya. Malu dilihat orang,” bisik Nadya dengan suara parau, berusaha menutupi wajahnya dengan bantal. “Hapus? Wah, tidak bisa, Bu! Ini adalah dokumen sejarah! Lihat wajah Pak Hardi, dia seperti mau kehilangan separuh jiwanya. Jarang-jarang kita lihat orang seperti Pak Hardi yang biasanya sok cuek jadi sekacau itu,” goda Bu Retno sambil tertawa kecil. Tania yang ikut mengintip layar ponsel hanya tersenyum simpul. “Mama cantik kok di situ, seperti putri tidur yang diselamatkan pangeran.” Tania
Terakhir Diperbarui : 2025-12-31 Baca selengkapnya