122: Jaring-Jaring RahasiaMalam semakin larut, namun ketegangan di kediaman Gunawan dan Bella justru kian memuncak. Aroma kopi pahit menyeruak di ruang kerja Gunawan yang luas, kontras dengan suasana sunyi di luar sana. Hardi duduk bersandar, namun matanya tetap tajam mengawasi setiap pergerakan di layar monitor, sementara Nadya masih berusaha menenangkan detak jantungnya yang belum sepenuhnya normal."Minum dulu, Nad," bisik Bella lembut, menyodorkan secangkir teh hangat. "Di sini kamu aman. Sistem keamanan rumah ini terhubung langsung dengan pusat komando swasta."Nadya tersenyum tipis, meski tangannya masih sedikit bergetar. "Terima kasih, Bella. Aku hanya tidak menyangka... semua ini jadi begitu gelap."Tak lama kemudian, pintu ruang kerja terbuka. Seorang pria paruh baya dengan kemeja flanel sederhana masuk. Perawakannya tegap, dengan sorot mata yang seolah bisa menembus apa pun yang ia lihat. Dialah Baskoro, mantan perwira intelijen yang kini menjadi konsultan keamanan kepe
Last Updated : 2026-01-20 Read more