Bab 113: Bersatu bersama warga perumahan. Matahari baru saja mengintip di ufuk timur, namun Bu Nur, pedagang sarapan keliling yang menjadi urat nadi informasi di Harmoni Residence, sudah memarkir gerobak dagangannya di persimpangan Blok C. Di atas gerobaknya yang panjangnya hampir dua meter, tertata rapi nasi uduk, lontong sayur, dan gorengan hangat. Namun, pagi ini, ada yang berbeda. Bu Nur tidak hanya membawa makanan; ia membawa "amunisi" informasi."Ayo, Bu RT, ini nasi uduknya. Masih anget seperti berita pagi ini," seru Bu Nur saat Bu RTmenghampiri.Ibu RT, yang dulu sempat sinis kepada Nadya namun kini telah "tobat" dan menjadi pendukung setia keluarga Pak Hardi, mendekat dengan wajah serius. "Sudah dengar kabar terbaru, Bu Nur? Katanya orang-orang Wijaya Kusuma itu mau nyogok orang kelurahan buat ngilangin arsip tanah kita?"Bu Nur mencondongkan tubuh, berbisik pelan sementara tangannya lincah membungkus lontong pecal. "Bukan cuma itu, Bu RT. Saya dapat info pas lagi bela
Last Updated : 2026-01-11 Read more