Begitu Alex, Xander, dan Mira keluar dari markas, suasana luar begitu kontras dengan kekacauan di dalam. Malika yang duduk di mobil, nafasnya masih tercekat, tubuhnya bergetar antara lega dan ketegangan yang belum sepenuhnya hilang. Matanya menatap pintu markas yang tertutup, menunggu kabar dari Alex.Anak buah Alex segera menutup pintu mobil dan memberikan isyarat agar Malika tetap di tempat. Malika mengangguk perlahan, tangannya menggenggam erat sabuk pengaman. Hatinya masih berdebar, tapi ada perasaan lega yang mendalam. Dia tahu, ayahnya tidak akan bisa menyakiti dirinya dan ibunya lagi, setidaknya untuk saat ini.Alex menoleh ke Malika saat mereka memasuki mobil. Wajahnya dingin, namun ada garis lembut yang hanya ditujukan untuk istrinya. Tanpa kata, ia meraih pinggang Malika dan memeluknya erat, mengecup pelipisnya dengan lembut. Malika menutup mata, membiarkan tubuhnya menempel pada suami yang belakangan ini menjadi pelindungnya. Nafasnya
Terakhir Diperbarui : 2025-12-21 Baca selengkapnya