Satu Bulan Setelahnya.Pernikahan mereka berlangsung megah.Kamera memenuhi ruangan. Para tamu datang dari berbagai penjuru. Nama Benedict dan Armani menjadi pembicaraan dunia bisnis.Namun Kyora tidak terlalu memedulikannya.Yang ia lihat hanya Ludovic.Pria yang berdiri di depannya dengan senyum kecil yang hanya muncul ketika melihatnya.Ketika tangan Kyora masuk ke dalam genggamannya, Ludovic berbisik,"Kau masih bisa berubah pikiran."Kyora menatapnya."Di saat seperti ini kau malah mengatakan itu?""Aku hanya ingin memastikan.""Kalau aku berubah pikiran, kau akan bagaimana?"Ludovic tersenyum."Aku akan tetap berdiri di sini sampai kau sadar bahwa tidak ada pria lain yang akan tahan dengan sifatmu."Kyora menahan tawa. "Berani sekali.""Aku sudah sampai sejauh ini. Apa aku harus menyerah sekarang?"Kyora menggeleng. "Tenang. Aku tidak akan kabur.""Bagus. Karena aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membayar tagihan acara."Kyora tertawa. Ketegangan di dadanya menghilang.Ket
Read more