Dengan napas terengah, Helena mendengus, ia keluar dari ruangan ayahnya dengan perasaan kesal. Ia ingin tahu, apa yang akan ayahnya lakukan pada Topan.“Ayah, maafkan aku karena terlambat mengetahui tentang kesehatanmu,” kata Topan sembari duduk di kursi dengan nyaman.“Hum, tidak apa-apa. Kau temuilah, Helena. Ayah sudah tidak bisa menahan kantuk,” ucap Topan dengan mata sayu, “bicaralah pelan-pelan padanya, bagaimanapun dia sudah pernah menjadi bagian dari hidupmu.”Melihat kondisi mantan ayah mertuanya, Topan mengangguk meski belum terlalu puas. Sebab, ia belum selesai menyampaikan maksudnya untuk memegang penuh perusahaan itu.Topan berpikir, bahwa hanya dia yang paling pantas menduduki kursi pimpinan, sebab Helena hanya wanita dan tidak pernah tertarik dengan bisnis.Ia berdiri seraya menarik napas pelan. Lalu, menatap wajah tua Vincent yang tidur dengan nyenyak.“Ayah mertua, andai saja aku tidak melihat kebaikanmu, mungkin saja aku sudah memilih membuatmu tertidur lebih lama, t
Last Updated : 2025-12-15 Read more