“Maaf, seharusnya, aku tidak bertanya dulu. Cukup bagiku kau sadar,” Wanita yang menyelamatkan Leon duduk di samping Leon. Ia menatap Leon lama hingga membuatnya tak nyaman. “Aku Clara. Aku menemukanmu saat aku mencari kayu bakar,”Leon tidak menjawab, kepalanya masih berdenyut sakit. Dia masih belum mengingat apapun. Clara mengulurkan tangannya, menyentuh kening Leon. “Jangan paksa dirimu mengingat apapun, Tuan.”Suaranya terdengar lembut. Senyum tersungging di wajahnya setiap kali ia menatap Leon. Hingga tanpa sadar ia bergumam. “Kau sangat tampan, Tuan,”Leon tidak menunjukan ekspresi apapun. Ia masih merasakan sakit luar biasa yang mendera tubuhnya. Bahkan kakinya sukar digerakkan. Dia benar-benar tidak berdaya. Ketika gadis bernama Clara itu pergi, Leon berusaha duduk dan bersandar pada bantal. Ia menyisir ruangan kamar itu dengan penuh seksama. Rumah itu dibangun dari susunan kayu oak yang khas. Ada beberapa furniture seperti lemari dan kursi berwarna serba wooden, kayu. Pun,
Last Updated : 2025-11-21 Read more