Rombongan kereta Ravensel telah tiba di halaman istana saat malam hari. Ana turun perlahan, dibantu pelayan. Kedua anak kembarnya sudah tertidur di dalam kereta, pipi mereka memerah kelelahan. Ia menghela napas lega akhirnya sampai.“Bawa mereka, ya, langsung ke sayap timur,” ucap Ana lirih pada pelayan pengasuh. “Jangan bangunkan mereka.”“Baik, Yang Mulia.” Maggie menyahut meski menahan kantuk. Beberapa kali ia menguap. Mereka berjalan menyusuri lorong panjang istana. Ana melirik ke arah jendela besar di ujung lorong. Langit telah gelap sepenuhnya. Dan, Leon masih belum pulang.Satu jam kemudian, terdengar suara pintu diketuk. Ana yang tengah duduk di sisi ranjang sontak menoleh. Leon berdiri di ambang pintu, jubah hitam kesayangannya masih melekat di bahunya, wajahnya tegang, dan matanya gelap.“Kau pulang lebih dulu,” ucap Leon tanpa basa-basi. Suaranya dingin. Ana menarik napas. “Anak-anak kelelahan,” jawabnya singkat. Ia juga sudah letih karena perjalanan yang cukup panjang it
Terakhir Diperbarui : 2026-01-29 Baca selengkapnya