Share

Bab 366

Penulis: Ayudia
Dia hampir saja merebut ponsel itu!

Raisa berkata, "Kali ini bukan foto, ini video, percaya nggak?"

"Percaya! Aku percaya!"

Tidak ada yang tahu siapa Sun sebenarnya secara pribadi.

Dina sangat ingin tahu sisi pribadi idolanya, apa yang dipakainya, apa yang dimakannya, dia pasti akan membeli barang yang sama.

"Apa kau masih akan menggangguku lagi nanti?"

Dina membayangkan jika dia berhasil mengundang Sun ke pesta ulang tahunnya, pasti bisa buat teman-temannya heboh, dirinya tidak ingin melew
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Cho Angelo
kox GK ngepos lagi🥹🥹🥹
goodnovel comment avatar
MAH AMAL
sgitu nya mirna.. apa kabar klu kamu di kgianati dan di campakkan klrga larasati... siapa yg kamu minta tolong... sisaka ug ada smkin menjauhi mu... gedek iih
goodnovel comment avatar
Sri Satriawati
terlalu panjang dan berulang konfliknya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 881

    "Lukanya harus diobati dulu," kata Angga dengan tegas.Saat itu, Bravi hanya berpikir untuk menjamu tamu pentingnya dan tidak mau membuang waktu untuk urusan yang tidak penting.Bravi pun berkata tanpa bisa dibantah, "Minggir."Raisa yang berjalan di depan tiba-tiba menghentikan langkahnya, berbalik, dan menatap Bravi dengan wajah sinis, lalu berkata, "Aku masih ingin mendengar permintaan maaf darimu, Bravi. Jangan sampai kau belum selesai bicara, sudah mati di depanku. Nanti tuntutan pembunuhan ini malah dilimpahkan padaku."Entah kenapa, mendengar sarkasme dan sindiran Raisa, Bravi justru merasa senang.Dulu saat mereka bersama, Raisa tidak pernah benar-benar menyindirnya. Sekarang saat benar-benar disindir, dia sama sekali tidak merasa tersinggung, malah bersyukur karena Raisa masih mau berbicara seperti itu padanya.Bravi menatap matanya dan berkata, "Tenang saja, aku nggak akan menyusahkanmu."Wajah Raisa semakin muram, dan berkata dengan nada suaranya yang semakin tajam, "Bravi,

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 880

    Raisa mengendarai mobilnya, mengikuti iring-iringan mobil Bravi, dan memasuki Perumahan Bukit Linvara.Setelah masuk gerbang utama, terlihat jalan setapak di hutan bambu yang ditata dengan sangat artistik. Perjalanan berkendara memakan waktu lima menit penuh, bahkan sampai memutar ke sisi lain gunung di sebelah gerbang, sebelum akhirnya tiba di gedung utama.Rey berseru kagum, "Kekayaan Keluarga Domani memang luar biasa."Raisa pun belum pernah melihat kediaman pribadi semewah ini.Rasanya asing, seolah dia belum pernah benar-benar mengenal Bravi.Saat bersama Bravi, segalanya baik-baik saja, hampir tak ada cela, tak ada gejolak emosi, hanya diam-diam merawat orang, dan tidak banyak menuntut. Bravi memang sempurna.Tapi bagaimana mungkin seseorang benar-benar sempurna?Raisa juga tidak sempurna.Dulu dia adalah orang yang terlalu terpaku pada cinta, menyukai seseorang yang tidak menyukainya, melupakan untuk mencintai dirinya sendiri, hingga akhirnya terluka parah.Meskipun sudah keluar

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 879

    Kevin sama sekali tidak punya kemampuan untuk menjalin hubungan yang intim, karena yang dibutuhkan dalam hubungan intim adalah rasa saling menghormati, saling menerima, dan kebersamaan. Tidak satu pun sifat itu ada pada diri Kevin."Kevin, meski bukan aku, pasti akan ada orang lain. Nggak perlu kecewa dan terkejut seperti itu. Kalau kau suka Raisa, pasti kau mau melihatnya bahagia, kan? Sekarang dia bersamaku, aku bisa memberinya kebahagiaan."Dengan logika aneh Rey, dia kembali melanjutkan, "Aku nggak merebut wanitamu, aku justru membantu mewujudkan keinginanmu. Kevin, seharusnya kau bersukacita dan mendoakan kami."Dulu Angga sudah merasa Rey sangat ahli memainkan hati orang. Dari sudut pandang sebagai pengamat, sekarang Bravi sangat setuju dengan hal itu. Bravi bisa membayangkan betapa tidak tahan Kevin mendengar semua kata-kata itu.Tapi ... dia juga tidak bisa disebut pengamat sungguhan. Apa Raisa benar-benar jatuh cinta pada Rey?Apa sekarang Raisa menyukai pria yang hangat, luc

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 878

    Setelah Rey selesai mengatakan itu, raut wajah Kevin tiba-tiba berubah drastis. Sebenarnya, dia sudah menduga akan betapa terkejutnya Kevin, mengingat mereka memang sahabat karib yang telah bermain bersama sejak kecil.Di setiap momen penting dalam hidup Kevin, Rey selalu ada di sana. Namun, baik Bravi maupun Kevin, karakter mereka berdua sama-sama bermasalah. Mereka tidak mungkin bisa memberi kebahagiaan pada Raisa.Memanfaatkan saat kedua saudara itu bertengkar hebat, Rey segera menegaskan "kekuasaannya", yang juga bisa membuat keduanya diam sejenak. Namun, amarah itu mungkin akan beralih kepadanya.Tetapi Rey tidak takut, lagipula Raisa ada di sini. Kedua saudara itu pasti tidak berani melakukan hal-hal yang bisa merusak citra mereka lebih jauh.Sekalian membantu Raisa meluapkan kekesalannya.Kevin butuh beberapa detik untuk mencerna hal itu, rasanya sangat konyol.Dia bertengkar hebat dengan Bravi, tetapi Raisa sama sekali tidak peduli, lalu di depan matanya sendiri, dia malah bers

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 877

    Raisa menatap wajah Kevin yang hampir seperti orang gila, lalu bertanya, "Kenapa kau mengawasiku?"Emosi Kevin yang meluap-luap tiba-tiba terhenti seketika di hadapan pertanyaan tajam dan dingin Raisa.Kenapa mengawasinya? Tentu saja karena dia ingin mengikat Raisa di sisinya, membuatnya tidak akan pernah bisa lepas dari genggamannya!Sebenarnya, Kevin memang sudah menggunakan cara yang paling sederhana dan kasar sejak awal. Jika begitu, tidak akan ada begitu banyak kejutan seperti ini, dan dirinya pun tidak akan terpojok seperti ini, kehilangan kendali sedikit demi sedikit!Raisa melanjutkan, "Kau nggak bisa jawab, kan? Diam dulu saja."Begitu Raisa selesai bicara, dia akhirnya menatap Bravi.Perayaan satu bulan bayi-bayi itu baru berlalu tiga minggu. Tiga minggu yang lalu Raisa masih bertemu Bravi, saat itu dia hanya merasa sedikit asing. Hanya dalam dua puluh hari lebih tanpa bertemu, Bravi di matanya sekarang sudah berubah total."Bravi, aku tarik kembali semua kata-kataku yang dul

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 876

    Kevin dan Adit pernah bertemu dengan Daniel.Adit tidak pernah menunjukkan ekspresi suka atau tidak suka saat berinteraksi dengan siapa pun, tidak peduli apakah dia menyukai lawan bicaranya atau tidak, Adit tetap bersikap sebagaimana mestinya, tidak memusuhi dan juga tidak menjilat.Tapi saat Kevin melihat Daniel, kesan pertamanya langsung dipenuhi rasa tidak suka.Meskipun Daniel dan Bravi adalah om dan keponakan, dari ujung kepala sampai kaki tidak ada satu pun yang mirip. Daniel jelas-jelas adalah tipe anak orang kaya yang tidak punya kemampuan apa-apa, tapi hanya mengandalkan latar belakang keluarga untuk bersikap sok, sama seperti sepupu-sepupu Kevin yang tidak punya masa depan.Tapi demi mengumpulkan informasi, Kevin terpaksa menahan diri untuk berurusan dengan Daniel yang energinya sangat tidak cocok dengannya.Daniel sangat senang bertemu dengannya. Dalam omongannya, dia berharap kedua bersaudara itu segera bertengkar, dia sangat ingin melihat Bravi celaka.Kevin bukanlah orang

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 81

    Nora sudah berusaha menahannya, tetapi sia-sia.Dari sudut matanya, Raisa melihat sekilas Dina yang datang ke arahnya. Dia mengernyitkan dahi dan berniat menghindar.Namun, Dina lebih cepat selangkah, mendekatinya dan berbisik dengan nada mengejek, “Kau tahu, nanti Siska akan hadir bersama kakakku?

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 36

    Obrolan itu berlanjut, "Terbukti? Apa Pak Kevin sudah muncul bareng istrinya?""Benar banget. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Mereka pasangan yang serasi. Kudengar istrinya itu teman SMAnya Pak Kevin. Dari sekolah hingga menikah, itu benar-benar luar biasa.""Dan istrinya bukan hanya ca

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 43

    Tentu saja, itu adalah perintah spontan dari Bravi.Surya sendiri tidak begitu mengerti alasannya, dia hanya berkata, "Tugas yang diberikan Pak Bravi sangat penting. Lagipula, setelah selesai, waktunya juga hampir sore. Jadi, nggak perlu kembali ke kantor lagi."Pak Arini tidak bertanya lagi setelah

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 18

    Ekspresi Dina tampak seperti bagaimana mungkin kamu menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu, "Kalau aku nggak suka dia, emang aku menyukaimu?"Raisa terdiam."Kak, coba kamu bisa sebutkan apa yang bisa kusuka darimu? Kalau kamu bisa menyebutkan satu, aku akan segera mengubah ucapanku dan mengatakan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status