Shanaya mengangguk. "Ya.""Nanti aku ikut menemanimu."Lucien berkata, lalu menyinggung soal Herman. "Kalau dalam beberapa hari ini kamu mau menemui Herman lagi, ingat untuk ajak aku juga."Dia samar-samar merasa ada yang tidak beres.Namun, sejauh ini orang itu belum melakukan apa pun yang membahayakan Shanaya, mungkin saja dia hanya terlalu curiga.Shanaya menyetujuinya dengan senang hati. "Baik."Setelah sarapan, Shanaya dan Lucien keluar bersama, tetapi mereka berpisah begitu sampai di halaman.Lucien pergi ke Grup Wiraatmadja, sementara dia pergi ke klinik untuk praktik.Jarang-jarang dia bangun kesiangan, dan saat tiba di klinik, dia hampir datang tepat pada waktunya.Melihat dia berjalan tergesa-gesa memasuki ruang pemeriksaan, beberapa pasien yang cukup akrab dengannya tak bisa menahan diri untuk mengingatkan, "Dokter Shanaya, pelan-pelan saja, kami tidak buru-buru."Dulu, Shanaya selalu mulai memanggil nomor antrean setengah jam lebih awal, kadang bahkan lebih cepat.Sekarang
اقرأ المزيد