Share

Bab 561

Penulis: Citra Sari
Helsa mengatupkan bibirnya. "Kalau kamu tidak setuju, ya sudahlah."

"Emang ini soal aku setuju atau tidak?"

Elvano merasa geli.

Mata Lucien hampir menempel pada Shanaya.

Mana mungkin dia bisa menikahi orang lain.

Apalagi, sebentar lagi Helsa tidak ada hubungannya lagi dengan Keluarga Wirantara.

Jangankan Lucien, bahkan Nyonya Gayatri pun tidak mungkin menyetujui pernikahan ini.

Setelah mengirim Helsa pergi, Elvano menerima telepon dari Aurelia.

Aurelia sedang dalam perjalanan kembali ke Kota Pan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Tina Ibroham
seruuu Thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 840

    "Anda adalah suami Kak Aurelia."Nada suara Shanaya tidak banyak berubah, tetapi dia sudah yakin dengan identitas pria itu."Benar."Reynald mengangguk. "Jadi, kalau Dokter Shanaya berkenan ....""Tuan Reynald."Shanaya berdiri dan menutup buku rekam medisnya. Nada suaranya tetap sopan, tetapi tegas dan tidak memberi ruang untuk bernegosiasi. "Aku hanya seorang dokter dan tidak ikut campur dalam urusan keluarga pasien. Kalau ada kesalahpahaman antara Anda dan Kak Aurelia, sebaiknya Anda bicara langsung dengannya, bukan mencari jalan lain melalui orang lain."Senyum di wajah Reynald akhirnya membeku sesaat.Dia menatap Shanaya selama beberapa detik, seolah sedang menilai kembali wanita di hadapannya yang tampak lembut dan kalem itu.Shanaya tidak memberinya kesempatan untuk terus mendesak. Dia menatap Reynald dan berkata dingin, jelas mengusirnya, "Silakan, Tuan Reynald."Shanaya sama sekali tidak menyukai sikap pria di hadapannya itu.Entah perselingkuhannya dalam pernikahan maupun car

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 839

    Sejak Shanaya mendekati hari perkiraan lahir, Davin tanpa banyak bicara langsung mengurangi jumlah pasien yang bisa mendaftar hampir sepertiganya.Belum pukul sebelas, seorang perawat masuk dan memberi tahu bahwa hanya tersisa dua pasien di luar.Shanaya mengangguk. Baru saja hendak bicara, perawat itu kembali berkata, "Oh, ya. Ada pasien baru yang ingin meminta tambahan nomor antrean ...."Sebenarnya Davin sudah berpesan kepada mereka agar tidak menambahkan pasien untuk Shanaya kecuali dalam keadaan khusus.Namun, pria yang menunggu di meja perawat itu langsung memesankan makan siang untuk mereka.Mereka bahkan tidak sempat menolaknya, sementara membuang makanan juga terasa mubazir.Bagaimanapun, setelah menerima kebaikan orang, rasanya jadi sulit untuk menolak.Shanaya sendiri tidak mempermasalahkannya. "Tambahkan saja dia ke antrean."Lagi pula, hari masih cukup pagi.Setelah memeriksa tiga pasien lagi, dia masih bisa selesai sebelum pukul dua belas dan pulang untuk makan siang.Per

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 838

    "Bukan ...."Di luar dugaan, Alan segera membantah lalu melanjutkan, "Kabarnya, kedudukan Dokter Shanaya di Keluarga Wiraatmadja sangat tinggi. Bahkan dua orang kepercayaan Pak Lucien, termasuk Nayla, bersikap sangat hormat kepadanya. Sikap mereka bukan seperti terhadap kekasih atasan, melainkan seperti terhadap calon istri. Selain itu, Pak Lucien sepertinya sudah mulai mencari informasi tentang desainer gaun pengantin ...."Kening Reynald langsung berkerut. "Gaun pengantin?""Benar."Alan memberanikan diri melanjutkan, "Meski belum diumumkan secara resmi, dari situasi saat ini, sepertinya Pak Lucien dan Dokter Shanaya akan segera menikah."Ruang tamu mendadak hening selama beberapa detik.Reynald perlahan menegakkan tubuhnya.Menikah.Lucien akan menikah.Dia sempat mengira dirinya salah dengar.Lucien itu orang seperti apa? Dulu, saat memperebutkan kekuasaan, bahkan pamannya sendiri bisa dia jebloskan ke penjara. Di kalangan bisnis Kota Panaraya, dia terkenal dingin dan tidak kenal b

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 837

    Davin berpikir serius sejenak. "Sepertinya tidak pernah benar-benar putus kontak. Paling hanya pernah ada satu masa ketika kesehatannya kurang baik, jadi dia tidak menelepon selama satu atau dua bulan.""Kalau begitu, setelah masa itu, apa ada perubahan pada dirinya?"Shanaya berusaha membuat nada suaranya terdengar seolah hanya bertanya sambil lalu."Perubahan?"Davin berpikir sejenak. "Ayah dan ibuku pernah menyinggungnya. Katanya setelah sakit, kepribadiannya banyak berubah. Dulu dia termasuk orang yang banyak bicara, tapi setelah itu jadi lebih pendiam. Ibuku bahkan bilang, mungkin setelah jatuh sakit, pandangannya terhadap hidup jadi berubah."Shanaya menundukkan pandangan. Kegelisahan di hatinya semakin kuat.Perubahan kepribadian masih masuk akal jika memang disebabkan oleh perubahan pola pikir setelah sakit.Tapi kalau..."Oh, ya."Seolah baru teringat sesuatu, nada suara Davin kembali terdengar santai. "Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan hal ini?""Tidak apa-apa."Shanaya tersen

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 836

    Lucien tidak langsung menjawab. Dia menggenggam tangan Shanaya, lalu menekan lembut punggung tangannya dengan ujung jari. Setelah memastikan tangan Shanaya hangat, barulah dia berkata pelan, "Kita bicara di atas."Melihat sikap Lucien, Shanaya justru semakin merasa tidak tenang.Dia terlalu mengenal Lucien. Kalau tidak terjadi sesuatu, pria itu tidak akan bersikap seperti ini.Shanaya tidak bertanya lagi dan mengikuti Lucien ke ruang kerja di lantai dua.Begitu pintu tertutup, Lucien merangkul Shanaya dan mengajaknya duduk di sofa. Setelah ikut duduk di sampingnya, barulah dia berkata, "Ada kabar dari Mario."Napas Shanaya tercekat. "Tentang Herman?""Ya."Lucien membuka sebuah dokumen terenkripsi di ponselnya, lalu menyodorkannya kepada Shanaya. "Latar belakangnya di Negara Meridia memang sangat bersih. Begitu bersih sampai hampir semua jejaknya tertutup sempurna. Tapi Mario merasa ada yang janggal, jadi dia mencari cara untuk menyelidiki catatan rawat inap Herman saat masih tinggal d

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 835

    "Selina."Shanaya tersenyum kecil. "Lucien bilang, yang penting dia tumbuh bahagia."Aurelia tertegun sejenak, lalu tertawa. "Dia ternyata sederhana juga.""Benar, 'kan? Aku juga merasa dia terlalu asal memilih nama."Shanaya terus mengomel, "Aku sudah memikirkannya lama dan memilih beberapa nama, tapi tidak ada satu pun yang dia suka."Dalam urusan memberi nama bayi, selera mereka memang tidak pernah sejalan.Aurelia jadi tidak berdaya. "Jadi, sudah ada nama yang akhirnya dipilih?""Belum."Shanaya menghela napas, tetapi sama sekali tidak terdengar terburu-buru. "Tunggu sampai anaknya lahir baru diputuskan juga belum terlambat."Mereka berdua terus mengobrol santai tentang berbagai hal.Di tengah obrolan, Shanaya menanyakan bagaimana pemulihan kaki Nadira, apakah perjalanan bisnis Elvano belakangan ini berjalan lancar, dan apakah Rivaldi masih mengejar Delara.Terlihat jelas bahwa Shanaya sangat peduli pada semua itu.Aurelia menjawab satu per satu. Sesekali dia juga menanyakan kondis

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status