Maya sampai di apartemennya di kawasan SCBD, gedung tinggi mewah dengan view kota yang berkilau seperti berlian palsu. Lift naik pelan, tapi hati Maya jatuh lebih cepat. Masuk apartemen, ia lempar tas ke sofa, buka sepatu, dan duduk di lantai, nangis lebih keras. Aroma parfum mahalnya bercampur air mata, ruangan besar itu terasa sepi seperti kuburan. Ia pegang perutnya yang mulai membuncit tipis, baju ketat malam ini sudah terasa sesak. “Gue rencanain semuanya. Foto itu, kondom itu… gue pikir lo pasti percaya, Mond. Lo selalu percaya gue. Tapi sekarang lo dah nikah sama Ayara? Lo kenapa malah downgrade pilih dia abis gue tolak lo sih Mond? Gue nyesel, Mond… gue nyesel tolak lo dulu,” ucap Maya sambil bangun, jalan ke kamar mandi, menatap cermin. Wajahnya masih cantik, tapi mata bengkak, perut mulai terlihat kalau ditekan. Ia angkat dress, tatap perutnya yang mulai membulat. “Anak gue… lo harus punya ayah. Gue gak bisa sendirian.” Ia ambil ponsel, scroll I*******m, liat story temen-t
Terakhir Diperbarui : 2025-12-27 Baca selengkapnya