Penthouse Raymond, lantai 32. Lift pribadi terbuka langsung di lantai 32. Begitu pintu terbuka, Ayara langsung terhenyak. Raymond menutup pintu dengan satu jari. Klik. Semua lampu berwarna cream warm menyala serempak. Dinding kaca dari lantai sampai langit-langit, lampu kota Jakarta berkelap-kelip kayak lautan bintang yang jatuh ke bumi. Ruang tamu luas, sofa L cokelat karamel, rak buku tinggi, dapur marmer putih, jacuzzi di balkon. Semua terasa… terlalu sempurna, terlalu sepi. “Lo tinggal sendirian di tempat segede ini, Mond?” tanya Ayara pelan, matanya menyapu seluruh ruangan. Raymond membuka pintu dengan fingerprint. “Selamat datang di rumah kita, Ra. Markas besar suami dadakan lo.” Senyumnya menggoda, tapi matanya menyimpan sesuatu yang lebih dalam. Ayara melangkah masuk dengan pelan, menyeret koper kecilnya. “Gila. Ini beneran? Ini tempat tinggal atau show unit IKEA? Lo gak ngerasa kesepian apa Mond?” Raymond tertawa. “Gak pernah dipake masak. Makan di luar, atau kadang bib
Terakhir Diperbarui : 2025-07-29 Baca selengkapnya