Alunan musik terdengar, berbagai aroma harum saling berbaur bertabrakan dipenciuman. Namun, indahnya ruangan pesta beratap lampu dan bunga tidak dapat Isela lihat, begitupun dengan orang-orang yang ada disekitarnya, semuanya sebatas bayangan yang bergerak, satu-satunya yang dapat Isela lihat saat ini hanyalah wajah Jach yang berdiri paling dekat dengannya. Jach merangkul lembut bahunya yang terbuka, ujung jarinya mengusap kulit pundaknya yang kemerahan, memberikan sedikit kehangatan di tengah gemerlap keindahan yang hampa untuk seorang Isela. Terdengar egois. Di dalam hati tergelap Jach, dia senang, ditengah banyak mata yang memandang Isela penuh perhatian, gadis itu justru hanya bisa melihatnnya saja. Sebelum Isela dapatkan kembali penglihatannya, Jach ingin gadis itu memusatkan perhatiannya padanya, menyadari bahwa dia telah menemukan tempatnya sekarang, tidak perlu kemanapun untuk menemukan sesuatu yang bisa dia sebut rumah. Jach bisa memberikannya, bukan lagi rumah, namun i
Huling Na-update : 2025-10-30 Magbasa pa