Bibir Avery gemetar bersama air mata yang berjatuhan membasahi pipi. Avery sungguh tidak menyangka bahwa tangan ayahnya yang selama ini selalu memeluk dan memberinya perlindungan, pada akhirnya menamparnnya, menyakitinya. “Ayah tega melakukan ini padaku? Apa Ayah tidak sadar aku melakukan ini semua karena kalian semua membuangku? Kalian semua berpaling dariku seolah aku penjahatnya di sini. Aku juga korban, bukan hanya Isela saja.. aku tidak berbuat kejahatan apapun, bahkan aku tidak tahu bahwa aku bukan anak kandung ayah,” tangis Avery meratap.“Jika kau tahu kau juga korban, harusnya kau sadar bahwa ini semua tidak akan lagi mudah dan tidak akan lagi sama,” geram Grayson dengan gigi saling mengetat menahan tangannya untuk tidak lagi memukul. Tak sanggup lagi berdiri dengan kakinya, Avery mulai menjatuhkan diri mencari kursi roda, gadis itu terisak menahan perih di paru-parunya akibat guncangan napasnya sendiri. Sempurna sudah, tidak hanya seluruh tubuhnya yang menanggung sakit,
Huling Na-update : 2025-11-06 Magbasa pa