Langit begitu pekat, kilauan hujan salju yang berjatuhan terlihat di bawah lampu-lampu jalanan. Gemerlap ibukota yang selalu hidup mulai sepi hanya menyisakan tempat-tempat hiburan malam dan makanan cepat saji yang buka 24 jam, lalu lalang kendaraan sudah mulai tidak begitu terlihat, hanya ada mobil-mobil besar pengangkut yang beroperasi, para pejalan kaki tidak lagi berkeliaran. Dibawah payung hitam yang melindunginya dari hujan, Isela memegangi tongkatnnya, satu tangannya lagi memeluk lengan Jach agar tidak jatuh. Dibalik syal merah yang membelit leher hingga sebagian wajahnya, suara tawa Isela terdengar, gadis itu tampak bersemangat bertanya tentang kondisi pagi yang berbeda. Biasanya selalu ramai, yang mana Isela bisa mendengar suara kereta beroperasi, obrolan pejalan kaki yang lewat, atau aroma harum dari toko kue, restauarant yang baru buka dan wewangian lainnya. Ditengah pertanyaan itu, diam-diam Jach sibuk dengan jarinya yang mengetik pesan untuk dia sampaikan kepada
Last Updated : 2025-11-12 Read more