Isela berkedip pelan, senyumannya sedikit memudar. Instingnya merasakan ada sesuatu yang janggal, namun dia tidak bisa curiga begitu saja terhadap ibunya. “Siapa namanya Bu?” tanya Isela. “Jovan,” jawab Catelyna menggantung, “biarkan Jovan menyuapimu. Kau masih sakit dan kesulitan, ibu sendiri harus membersihkan dapur.” Isela mengangguk samar, membiarkan Grayson mengambil alat makannya, begitupun dengan Catelyna yang kini terburu-buru pergi. Ada senyuman yang terlukis dibibir Grayson, pria paruh baya itu berkali-kali menahan napasnya yang memberat. Ini untuk pertama kalinya Grayson bisa benar-benar bersama dengan putrinya, dan semua itu tidak lepas dari kebesaran hati Catelyna. Grayson bahagia meski dia masih belum mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengannya. Grayson mengambil sesendok makanan dan mendekatkanya pada bibir Isela. Raut wajah Isela berubah, gadis itu terdiam sejenak begitu menghirup dalam-dalam aroma pewangi pakaian yang begitu dia kenal. Itu adalah wan
Last Updated : 2025-11-14 Read more