Keheningan menjeda, memberi waktu untuk Isela memikirkan tawaran Jach. “Aku sudah berjanji akan datang padamu sendiri Jach,” jawab Isela pelan.“Menemui dan ditemui sama saja kan Isela? Tujuannya sama-sama bertemu,” bujuk Jach berharap pikiran Isela goyah, berani mendobrak ketakutan dan ketidak percayaan dirinya.“Baiklah,” jawab Isela pelan, berhasil membuat Jach tersenyum lebar dengan kepuasan. Senyuman Jach perlahan memudar kala sudut matanya menyadari suatu bayangan seseorang. Pria itu menoleh ke sisi, melihat kehadiran seseorang yang kini tengah berdiri dengan lancang memperhatikannya dari bilik kaca transparan.“Aku akan menjemputmu nanti sore. Sampai jumpa,” ucap Jach sebelum memutuskan sambungan telephone dan menyimpannya kembali di sisi.Wajah Jach memiring bersama keramahan yang hilang, yang tersisa hanya hanya bongkahan tatapan dingin yang tidak bersahabat.Roselia..Kenapa dia masuk sembarang ke dalam kamarnya?Terlanjur keberadaannya telah diketahui. Roselia tidak pergi,
Last Updated : 2025-11-17 Read more