Dengan langkah perlahan seolah tak ingin mengusik ketenangan Naira, Alex memasuki kamar mandi.Setelah menyampirkan jubah mandi, Alex duduk di tepi bathub porselen. Air hangat yang meluap menciptakan gelembung-gelembung kecil di sekitar pinggang Naira.Menyadari kehadiran Alex, membuat Naira menoleh sedikit. Wajahnya bersandar pada pinggiran bak mandi, mata setengah terpejam. Busa-busa lembut itu kini sebatas menutupi dadanya, tapi hawa di ruangan itu terasa semakin tebal dan panas.“Kau capek?” tanya Alex. Suaranya rendah, serak.“Menurutmu?” tanya balik Naira. Ia tidak menoleh, hanya memainkan buih lembut di depannya. Aroma lavender yang harusnya menenangkan kini malah terasa mengganggu.Sungguh suami tidak peka, sangat tidak peka. Setelah menuntaskan hasrat berulang kali, dan nyaris membuatnya kehilangan suara karena terus menjerit kenikmatan, kini Alex masih berani bertanya, ‘apakah dia capek’. Tentu saja aku capek! Tapi lihat dia, wajah puas tanpa dosa itu. Seolah tahu betul j
Read more