Dalam sunyi kamar penthouse yang lampunya meredup, Alex menuntaskan rapat terakhir. Wajah-wajah dari berbagai zona waktu memenuhi layar selama dua jam penuh, memberi laporan tentang riset, distribusi produk, hingga pembukaan cabang baru.Setelah semuanya rampung, Alex menutup pertemuan dengan beberapa arahan pendek, padat, tak terbantahkan. “Segera kirim hasil revisi. Kita kencangkan langkah di kuartal ini,” katanya.Layar menjadi gelap. Keheningan kembali mengambil alih kamar.Alex bersandar, memutar leher yang terasa kaku. Sesaat ia menatap citylight Jakarta yang berkilau di balik jendela besar. Semua tampak megah, maju, ambisius. Tetapi di dalam dadanya, ada ruang yang tidak lagi ikut menyala.Ia membuka laptop lain di sudut meja. Sekilas suara kipas berputar pelan, lalu layar menyala. Di sana terpampang foto Naira yang sedang menyusui Archie di kursi taman. Rambutnya dijepit jedai. Dada Archie menempel tenang di tubuh ibunya.Tidak ada pose, tidak ada polesan, hanya ketenangan yan
최신 업데이트 : 2025-11-27 더 보기