Indra nggak tanggapi apa pun, namun Nenek Zoraya segera belain dia, “Sudahlah, kamu nggak usah banyak bicara. Indra ini cucu yang sangat berbakti, mana mungkin seperti yang kamu bilang.”Kakek Budi mendengus keras. “Berbakti apanya? Sekarang dia sudah besar kepala. Ucapanku sudah nggak dianggap sama dia, di matanya ucapanku sama kayak kentut, nggak ada satu pun yang dia dengar!”Sembari bicara, ia mulai menuding-nuding. “Kamu, jawab aku. Aku suruh kamu ajak si Freya jalan-jalan sebentar saja, kenapa kamu nggak lakuin itu?”Indra jawab dengan anda datar, “Aku bukan pemandu wisata.”Kakek Budi hampir melonjak saking kesalnya. “Freya itu tamu! Apa salahnya sih sambut tamu dengan baik?”Mata Indra tetap dingin. “Dia tamumu, bukan tamuku.”Siapa yang undang, dia yang tanggung jawab, itu maksudnya.“Kamu… kamu…” Kakek Budi menunjuknya sambil mengeluh ke Nenek Zoraya, “Lihat! Sekarang kalau aku mau suruh dia sedikit saja, dia nggak mau lakukan. Nggak mempan sama sekali!”Nenek Zoraya tetap te
Read more