Indra menatap dua orang di hadapannya, dari posisi mereka berdiri, justru dia yang lebih kelihatan seperti orang luar.Wira merasa pahit, demi kebahagiaan masa depannya sendiri, dia nggak berani kasih tahu lebih cepat kalau Puspa sebenarnya masih hidup.Ah, perkara ini benar-benar buat Wira merasa serba salah. Toh ia sudah dianggap buruk oleh semua pihak, jadi untuk saat ini, lebih baik berdiri di sisi yang paling menguntungkan buat dia.Indra nggak tanggapi omongan Eric, tatapannya tetap meneliti Wira. “Kamu akrab dengan dia?”Eric hanya mengangkat sudut bibir, entah tersenyum atau mengejek, dan memandang mereka dalam diam.Wira menimbang kata-katanya. “Nggak terlalu akrab. Cuma pernah ketemu sekali.”Dan itu memang benar, dia sama sekali nggak dekat dengan Eric.Eric menatap santai, satu tangan masuk ke saku, lalu berkata dengan nada samar, “Aku cuma tertarik ke orang yang aku suka. Temanmu ini…”Ia berhenti sejenak, lalu tambahkan, “Tenang saja, nggak ada yang mau rebut dia dari kam
Read more