Indra pun mengurungkan niat untuk bersikap ramah. Ia duduk di hadapan anak itu, siku bertumpu pada lutut, tubuh sedikit condong ke depan. Ia ikuti alur pembicaraan si anak dan tanya, “Kalau kamu tahu aku culik kamu, kenapa tetap ikut aku?”Toni jawab dengan polos, “Kalau aku nggak mau ikut, apa aku boleh nggak ikut?”Indra berkata datar, “Nggak boleh.”Kalau ia sudah putuskan untuk bawa anak ini pergi, tentu ia akan lakukan itu.Meski masih kecil, logika Toni sangat kuat.“Ibuku bilang, orang pintar itu tahu lebih baik nggak ngelawan kalau keadaan nggak mendukung.”Baginya, apa pun yang ibu katakan pasti benar. Ia anak yang patuh, jadi ia selalu ikuti nasihat ibunya.Ya sudah, datang yah datang saja. Lagian ibunya pasti akan jemput dia.Dengar itu, wajah dingin Indra tampak bergetar sedikit, ia tersenyum. Senyum yang muncul karena mengakui kecerdikan Puspa.Namun setelah itu, hatinya mendadak muram. Kalau Puspa begitu pandai mendidik anak, kenapa dia sendiri nggak belajar untuk nggak b
Magbasa pa