Sambil bicara, pandangan Eric melewati Indra, langsung tertuju ke arah Sonya yang baru saja susul dia dari belakang.Tatapan dingin Eric buat langkah Sonya terpaku, tubuhnya spontan mundur seperti pencuri yang tertangkap basah, nggak berani lagi intip sesuatu yang bukan miliknya.Eric mengejek, nadanya dingin sekaligus kejam.“Wanita milikmu ada di belakang. Jangan rakus dong. Jaga matamu baik-baik.”Indra seolah baru sadar dengan keberadaan Eric dan ia lihat pria itu dengan sorot mata yang penuh rasa benci dan ketidaksenangan yang menumpuk.Bagi Indra, Eric hanyalah seorang pencuri, seorang pencuri bodoh yang berani rampas harta paling berharga miliknya.Warna mata Indra menggelap, jelas sekali ia ingin menghabisi Eric.Namun Eric hanya tersenyum sinis, nggak takut sedikit pun. Bahkan ia balas tantang Indra dengan sorot matanya.Saat ketegangan memuncak, tangan lembut Puspa genggam tangan besar Eric, dan ia berkata dengan suara yang lembut, “Ayo pulang. Toni sudah tungguin kita di rum
Baca selengkapnya