Udara pagi itu terasa segar, langit bersih tanpa awan. Lea baru saja mengikat tali sepatunya ketika bel apartemennya berbunyi cepat, tiga kali berturut-turut.Ia mendengus. Cuma satu orang yang berisik pagi-pagi seperti ini.Benar saja. Begitu pintu dibuka, Jerry sudah berdiri di depan dengan kemeja tipis yang belum disetrika sempurna, rambut sedikit acak, dan wajah tergesa.“Lea! Tolong aku sebentar!” katanya tanpa basa-basi.Lea melipat tangan di dada. “Tolong? Pagi-pagi gini? No, aku mau jogging.”“Lima menit aja. Aku butuh pendapatmu untuk layout desain promosi itu, deadline siang ini!” Jerry menunjuk tablet di tangannya dengan ekspresi memohon.“Tuh kan,” Lea menghela napas. “Hari libur saja kamu masih memikirkan kerjaan. Aku butuh oksigen dulu, Jer. Bukan stres tambahan.”“Tapi,”“Jogging dulu, baru ngomong kerjaan,” potong Lea tegas.Jerry menatapnya putus asa. “Lea, serius deh, aku hanya..”
Last Updated : 2025-10-31 Read more