Raka membuka pintu. Ternyata benar, itu adalah kurir makanan online yang membawa pesanan Aluna. Raka mengambil bungkusan itu dan membawanya ke meja ruang tamu, di mana Aluna sudah menunggu dengan mata berbinar.“Finally! Gua lapar banget, Raka,” seru Aluna, ia duduk di sofa, tangannya sigap membuka kotak makanan.Raka tersenyum melihat antusiasme istrinya. “Lo benar-benar kayak orang kelaparan, Sayang. Padahal tadi baru minum susu dan makan roti.”“Iya, gak tahu kenapa. Tiba-tiba lapar banget. Rasanya mau makan semua yang ada di menu,” kata Aluna sambil mengambil spaghettinya. Aluna mulai makan, dan Raka hanya bisa tercengang. Ia belum pernah melihat Aluna makan secepat dan selahap ini, dengan fokus penuh pada makanannya, seolah dunia luar tidak ada. Setiap suapan Aluna cepat, besar, dan ekspresinya menunjukkan kenikmatan luar biasa.“Pelan-pelan, Sayang. Nanti tersedak,” Raka memperingatkan, wajahnya memancarkan keheranan.“Mmm… Enak banget, Ka. Lo mau coba?” Aluna menawarkan
Last Updated : 2025-11-26 Read more