"Itu refleks, Van!" sanggah Alya cepat, wajahnya memerah. Ia berusaha menarik tangannya yang menempel di dada bidang Revan, namun pria itu menahannya. "Akuin aja, nggak usah malu-malu," goda Revan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring. Jemarinya bermain-main di bahu telanjang Alya yang terlihat dari balik selimut.Alya membuang muka, menghindari tatapan mengintimidasi itu. "Apa sih, Van? Orang memang refleks kok. Namanya juga lagi cerita, jadi kebawa suasana," elaknya, meski debaran di dadanya semakin kencang."Jadi, kamu beneran nggak mau nambah?" tanya Revan lagi, kali ini sambil menaikkan satu alisnya dengan jahil.Alya menggeleng kuat-kuat. "Nggak, Van. Aku mau mandi aja. Badan aku lengket, rasanya nggak enak banget.""Yaudah, ayo di kamar mandi," sahut Revan enteng.Mata Alya membulat. "Aku mau mandi, Van. Mandi beneran buat bersihin badan. Bukan mau nambah lagi!" tegasnya.Namun Revan justru makin merapatkan jarak. Tatapannya berubah gelap. Ia menuntun tan
Last Updated : 2025-12-28 Read more