Setelah beberapa waktu akhirnya Vanya dipindahkan ke ruang perawatan.Ruangan perawatan itu sunyi, di sisi tempat tidur, Dellia duduk tegak di kursi empuk, memegang tangan Vanya dengan lembut, jari-jarinya hangat dan mantap.“Nenek janji, kamu tidak sendirian,” ucap Dellia pelan, suaranya lebih lirih dari biasanya. Nada cerewet yang kerap ia gunakan kini berganti menjadi lembut dan penuh kasih. “Nenek di sini menemanimu. Kevin ada urusan mendesak, tapi dia pasti kembali secepat mungkin.”Vanya menoleh sedikit, bibirnya membentuk senyum tipis.“Terima kasih, Nek. Aku baik-baik saja,” katanya pelan.Dellia menghela napas panjang, lalu tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana.“Kau tahu, dulu waktu Kevin kecil, dia juga pernah sakit sampai harus dirawat. Nenek panik setengah mati, tapi dia malah pura-pura kuat. Sama persis seperti sekarang. Keras kepala, tapi hatinya lembut.”Vanya terdiam, mendengarkan cerita itu dengan penuh perhatian.Dellia terus berbicara, menceritakan masa kecil K
Last Updated : 2026-01-19 Read more