Maggie menatap Easton, lalu jarinya menunjuk botol anggur di samping dan tidak mau mengalah. "Kamu bohong!"Easton tersenyum, ternyata wanita ini belum mabuk sepenuhnya. Dia menarik kembali senyumannya, lalu memasang ekspresi dingin untuk menakuti Maggie. "Kalau ada, kenapa? Makanan ini aku yang bayar, aku nggak mau makan dengan seorang pemabuk."Maggie mencebik. Namun, sebelum dia sempat memikirkan kata-kata untuk membantah, perutnya sudah berbunyi karena lapar. Dia mengambil pisau dan garpu, lalu memotong steik di piring dengan kasar hingga terdengar bunyi menyebalkan dari benturan logam dengan piring.Easton mengernyitkan alisnya. Dia segera memotong steik di piringnya menjadi kecil-kecil sambil menahan suara yang membuatnya merinding, lalu menukar piring mereka.Maggie pun menurut, lalu duduk diam di kursi dan makan steik dengan patuh. Dia memang sangat lapar karena tadi tidak makan siang. Meskipun pikirannya sedang mabuk, tubuhnya tidak berbohong. Tak lama kemudian, steik itu pun
Magbasa pa