Maggie segera melirik ke arah Easton dengan tajam, lalu langsung menyodorkan kapas dan plester ke tangan Easton. "Tempel sendiri."Karena masih kesal, Maggie menambahkan, "Kalau nggak mau tempel, juga tidak apa-apa. Sekalian saja rusak wajahmu ini jadi jelek."Easton berdecak, lalu berkata dengan santai dan logat khas Jostam, "Sekarang temperamenmu jelek sekali, belajar dari siapa sih? Nggak bisa belajar yang baik-baik?"Dia menangkap pergelangan tangan Maggie, lalu menundukkan kepala dan mendekatkan wajahnya. "Kalau aku jadi jelek, nggak ada yang berebut denganmu lagi, 'kan?"Ucapan itu membuat wajah Maggie memerah, lalu memelototi Easton dan memaki, "Nggak tahu malu."Easton menganggukkan kepala dengan malas, lalu menyipitkan matanya dengan tajam dan tersenyum makin cerah. "Maki lagi, aku suka dengar."Maggie menarik napas. Setelah menggigit bibir bawahnya, dia membersihkan luka Easton dan menempelkan plester dengan enggan."Sudah? Hanya begitu?"Easton merasa tidak puas saat mengata
Read more