Di lantai tiga, Arthur berdiri di balkon yang menghadap ke arah taman bunga.Ia sengaja langsung ke lantai tiga karena ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu, Tangannya mengepal kuat, rahangnya mengeras. Amarahnya belum sepenuhnya reda, tapi bukan pada Rose melainkan pada dirinya sendiri.Ia tahu ia salah.Ia tahu sikap diam dan dinginnya barusan bukan solusi. Ia terlalu terbawa oleh rasa cemburu, terlalu sibuk menahan gejolak di dadanya, sampai lupa bahwa Rose bukan perempuan yang bisa ia abaikan begitu saja.“Aku bodoh…” gumam Arthur pelan.Ada kata-kata dari pria bernama Dimas yang menyentil hatinya dan membuat ia merasa insecure.Lagi dan lagi tentang usia.Apalagi ia bahkan dianggap seperti ayah untuk Rose."Aarrrggghhh...." Arthur meremas rambutnya.Bayangan wajah Rose yang lesu saat sepanjang mereka pulang tadi, rasa bersalah itu datang menghantam lebih keras dari rasa cemburu tadi.Tanpa ragu lagi, Arthur melangkah masuk ke dalam rumah. Ia langsung berlari turun ke lantai
Last Updated : 2026-01-23 Read more